Ranking UII Versi Webometric 2009
Posted by prayudi on January 27th, 2009
Pada tanggal 26 Januari 2009, Webometric kembali mengeluarkan Ranking Web Of World Universities. Dalam tulisan saya sebelumnya, yaitu versi bulan Juli 2008, telah diuraikan bagaimana posisi UII dalam peringkat versi webometric ini. Nah bagaimanakah versi tahun 2009 ini..? Tabel dibawah ini memberikan resume khusus untuk PT dari Indonesia yang masuk dalam Top 5000 webometric Januari 2009.
Gambar diatas menunjukkan analisa singkat saya dengan membandingkan antara data webometric versi July 2008 dengan versi January 2009. Kelangkapan analisa diatas dapat dibaca di blog saya yang lain.
Bagaimana untuk UII..? Hasil secara rangking dunia yang meningkat dari 4425 menjadi 3821 sebenarnya cukup surprises buat saya. Sebulan yang lalu saya sempat memberikan masukan pada fihak BSI, dengan sistem dan mekanisme penanganan situs UII, yang menurut saya masih agak mbulet, saya memprediksi rangking webometric UII pada bulan Juli ini akan turun. Karena itu saya memberikan masukan agar hal terkait dengan situs dan domain uii untuk segera ditangani dengan lebih konsisten dan terintegrasi. Namun ternyata, Alhamdulillah rangking UII naik, kalau bulan Juli berada dalam Top 5000, maka untuk Januari ini boleh bangga sedikit berada dalam Top 4000.
Secara spesifik kita lihat individual rangking untuk setiap elemen skoring. Naiknya rangking UII ternyata sangat dipengaruhi oleh point visibility. Untuk point ini rangking UII meningkat dari 4795 menjadi 2564. Cukup drastis naiknya. Sebagaimana kita ketahui metode perangkingan webometric menggunakan 4 komponen, yaitu : size,visibility, rich file dan scholar. Dalam hal ini aktivitas sebuah perguruan tinggi tidak cukup hanya diukur dari sisi keberadaan web sitesnya. Oleh karena itu maka webometric melakukan sejumlah pengukuran dengan beberapa kelompok indikator yang mewakili aspek yang berbeda. Untuk kepentingan ini, maka penentuan ranking webometric ditentukan oleh 4 indikator, yaitu :
-
Size (S). Jumlah pages yang terindek oleh empat source engine utama yaitu : Google, Yahoo, Live Search dan Exalead.
-
Visibility (V). Jumlah keseluruhan unique external links (inlinks) yang terdeteksi oleh Yahoo Search, Live Search and Exalead.
-
Rich Files (R). Dari sekian banyak file yang terdeteksi maka dipilah file yang memiliki tingkat relevansi terhadap aktivitas akademik dan publikasi ilmiah, dalam bentuk file : Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) and Microsoft Powerpoint (.ppt).
-
Scholar (Sc). Secara khusus Google Scholar akan memberikan jumlah paper dan sitasi dari setiap domain akademik.
Meningkatnya visibility untuk UII tidak lepas dari upaya integrasi beberapa domain non uii.ac.id menjadi uii.ac.id. Artinya dalam tahap ini program dan kebijakan BSI cukup membawa hasil bagi meningkatnya tingkat visibility domain uii.ac.id oleh sejumlah search engine yang digunakan webometric. Sayangnya untuk indikator lainnya ternyata rangking UII malah turun. Dari sisi size, rich file dan scholar ternyata rangkin UII turun semua. Harus ada upaya dan program sistematis untuk mengatasi bagaimana agar 3 indikator tersebut dapat meningkat untuk edisi berikutnya.
Dari sisi kompetitor, ternyata sejumlah PT di luar UII yang tahun lalu tidak masuk Top 5000, malah sekarang rangkinnya melejit naik bahkan melewati UII. Tentunya bukan sesuatu yang ujug-ujug, mesti ada sesuatu program dan manajamen TI yang mereka siapkan. Artinya kalau UII hanya mengandalkan program alamiah saja, yaa.. siap-siap kesalip sama yang lain.
Saya pribadi mengusulkan beberapa hal untuk peningkatan peringkat webometric UII, diantaranya adalah :
- Beberapa perguruan tinggi mengangap release webmeotric adalah cukup strategis, maka mereka melakukan persiapan khusus dengan membentuk semacam task force untuk melakukan SWOT dan program 6 bulan kedepan sehingga pada saat release berikutnya ada perbaikan hasil. Tidak salahnya saya kira UII juga melakukan hal yang sama, membentuk task force, sehingga dalam 6 bulan kedepan memberikan masukan dan upaya yang fokus pada satu aktivitas tertentu yang akan berdampak pada peringkat webometric.
- UGM, ITB dan UI, telah mulai mengkonversi situsnya sehingga main pagenya menjadi berbahasa Inggris. Walaupun situsnya baik dan contentnya menarik, tapi kalau masih menggunakan bahasa lokal tetap akan mempenagruhi proses pemeringkatan webometric. Sehingga saya usulkan main page situs uii.ac.id adalah berbahasa Inggris.
- Benar-benar mengkaji tips dan trik yang dianggap sah oleh webometric sebagaimana termuat dalam best practicenya. Dengan panduan dari best practice tersebut saya kira memang harus ada beberapa perbaikan dari manajemen situs uii.ac.id.
Dari sisi rangking Indonesia, UII ternyata turun dari posisi 21 menjadi posisi 24. Untuk lokal Yogya sendiri, ternyata UII kalau dari UNY, Sadar dan Dutawacana. Lho kok bisa…? Ya bisa, saya tahu betul bahwa untuk edisi Januari 2008 Sadar masuk dalam Top 5000, tapi dalam edisi Juli 2008 Sadar terlempar dari Top 5000. Kini kerja keras mereka berbuah, Sadar masuk kembali ke Top 5000 bahkan nyalip UII dan Dutawacana. Artinya orang lain bersungguh-sungguh untuk memperbaiki infrastruktur mereka agar bisa masuk webometric. Dan tentunya, sekali masuk webometric, bisa dijual lewat berbagai kemasan promosi.

January 29th, 2009 at 12:20 pm
dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 kenapa UII malah turun pak?
terus tanda bintang itu artinya apa pak?
terima kasih..
suport :
http://www.darklord25.blogspot.com
http://www.phoenix-thebird.blogspot.com
http://www.coolgoing.blogspot.com