Yudi Prayudi

Fikara : The Expression of a Belief

Bookmark and Share
  • Motivasi

    Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing him self (Leo Tolstoy) The pessimist sees difficulty in every opportunity The optimist sees the opportunity in every difficulty (Winston Churchil)
  • Tags

  • Arsip Artikel

  • Gallery

    dsc00167.jpg dsc00088.jpg dsc02716.jpg dsc02686.jpg
  • Subscribe

Archive for January, 2009

Ranking UII Versi Webometric 2009

Posted by prayudi on 27th January 2009

Pada tanggal 26 Januari 2009, Webometric kembali mengeluarkan Ranking Web Of World Universities. Dalam tulisan saya sebelumnya, yaitu versi bulan Juli 2008, telah diuraikan bagaimana posisi UII dalam peringkat versi webometric ini. Nah bagaimanakah versi tahun 2009 ini..? Tabel dibawah ini memberikan resume khusus untuk PT dari Indonesia yang masuk dalam Top 5000 webometric Januari 2009.

Gambar diatas menunjukkan analisa singkat saya dengan membandingkan antara data webometric versi July 2008 dengan versi January 2009. Kelangkapan analisa diatas dapat dibaca di blog saya yang lain.

Bagaimana untuk UII..? Hasil secara rangking dunia yang meningkat dari 4425 menjadi 3821 sebenarnya cukup surprises buat saya. Sebulan yang lalu saya sempat memberikan masukan pada fihak BSI, dengan sistem dan mekanisme penanganan situs UII, yang menurut saya masih agak mbulet, saya memprediksi rangking webometric UII pada bulan Juli ini akan turun. Karena itu saya memberikan masukan agar hal terkait dengan situs  dan domain uii untuk segera ditangani dengan lebih konsisten dan terintegrasi. Namun ternyata, Alhamdulillah rangking UII naik, kalau bulan Juli berada dalam Top 5000, maka untuk Januari ini boleh bangga sedikit berada dalam Top 4000.

Secara spesifik kita lihat individual rangking untuk setiap elemen skoring. Naiknya rangking UII ternyata sangat dipengaruhi oleh point visibility. Untuk point ini rangking UII meningkat dari 4795 menjadi 2564. Cukup drastis naiknya. Sebagaimana kita ketahui metode perangkingan webometric menggunakan 4 komponen, yaitu : size,visibility, rich file dan scholar. Dalam hal ini aktivitas sebuah perguruan tinggi  tidak cukup hanya diukur dari sisi keberadaan web sitesnya. Oleh karena itu maka webometric melakukan sejumlah pengukuran dengan beberapa kelompok indikator yang mewakili aspek yang berbeda. Untuk kepentingan ini, maka penentuan ranking webometric ditentukan oleh 4 indikator, yaitu :

  • Size (S). Jumlah pages yang terindek oleh empat source engine utama yaitu :  Google, Yahoo, Live Search dan Exalead.

  • Visibility (V). Jumlah keseluruhan  unique external links  (inlinks) yang terdeteksi oleh  Yahoo Search, Live Search and Exalead.

  • Rich Files (R). Dari sekian banyak file yang terdeteksi maka dipilah file yang memiliki tingkat relevansi terhadap aktivitas akademik dan publikasi ilmiah, dalam bentuk file : Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) and Microsoft Powerpoint (.ppt).

  • Scholar (Sc). Secara khusus Google Scholar akan memberikan jumlah paper dan sitasi dari setiap domain akademik.

Meningkatnya visibility untuk UII tidak lepas dari upaya integrasi beberapa domain non uii.ac.id menjadi uii.ac.id. Artinya dalam tahap ini program dan kebijakan BSI cukup membawa hasil bagi meningkatnya tingkat visibility domain uii.ac.id oleh sejumlah search engine yang digunakan webometric. Sayangnya untuk indikator lainnya ternyata rangking UII malah turun. Dari sisi size, rich file dan scholar ternyata rangkin UII turun semua. Harus ada upaya dan program sistematis untuk mengatasi bagaimana agar 3 indikator tersebut dapat meningkat untuk edisi berikutnya.

Dari sisi kompetitor, ternyata sejumlah PT di luar UII yang tahun lalu tidak masuk Top 5000, malah sekarang rangkinnya melejit naik bahkan melewati UII. Tentunya bukan sesuatu yang ujug-ujug, mesti ada sesuatu program dan manajamen TI yang mereka siapkan. Artinya kalau UII hanya mengandalkan program alamiah saja, yaa.. siap-siap kesalip sama yang lain.

Saya pribadi mengusulkan beberapa hal untuk peningkatan peringkat webometric UII, diantaranya adalah :

  •  Beberapa perguruan tinggi mengangap release webmeotric adalah cukup strategis, maka mereka melakukan persiapan khusus dengan membentuk semacam task force untuk melakukan SWOT dan program 6 bulan kedepan sehingga pada saat release berikutnya ada perbaikan hasil. Tidak salahnya saya kira UII juga melakukan hal yang sama, membentuk task force, sehingga dalam 6 bulan kedepan memberikan masukan dan upaya yang fokus pada satu aktivitas tertentu yang akan berdampak pada peringkat webometric.
  • UGM, ITB dan UI, telah mulai mengkonversi situsnya sehingga main pagenya menjadi berbahasa Inggris. Walaupun situsnya baik dan contentnya menarik, tapi kalau masih menggunakan bahasa lokal tetap akan mempenagruhi proses pemeringkatan webometric. Sehingga saya usulkan main page situs uii.ac.id adalah berbahasa Inggris.
  • Benar-benar mengkaji tips dan trik yang dianggap sah oleh webometric sebagaimana termuat dalam best practicenya. Dengan panduan dari best practice tersebut saya kira memang harus ada beberapa perbaikan dari manajemen situs uii.ac.id.

Dari sisi rangking Indonesia, UII ternyata turun dari posisi 21 menjadi posisi 24. Untuk lokal Yogya sendiri, ternyata UII kalau dari UNY, Sadar dan Dutawacana. Lho kok bisa…? Ya bisa, saya tahu betul bahwa untuk edisi Januari 2008 Sadar masuk dalam Top 5000, tapi dalam edisi Juli 2008 Sadar terlempar dari Top 5000. Kini kerja keras mereka berbuah, Sadar masuk kembali ke Top 5000 bahkan nyalip UII dan Dutawacana. Artinya orang lain bersungguh-sungguh untuk memperbaiki infrastruktur mereka agar bisa masuk webometric. Dan tentunya, sekali masuk webometric, bisa dijual lewat berbagai kemasan promosi.  
 

 

 

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Pusat Studi dan Layanan Teknologi Kreatif

Posted by prayudi on 20th January 2009

PUSAT STUDI  DAN LAYANAN TEKNOLOGI KREATIF  

(PUSLATIF)

Centre for Creative Technology Studies and  Services

 C-CreTSS

Latar Belakang

Perkembangan dunia komputer telah membawa dampak pada penggunaan teknologi komputer pada berbagai aspek masyarakat. Dalam hal ini multimedia dan Gim Komputer adalah teknologi yang sudah dikenal luas dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini.  Disisi lain, perkembangan dunia komputerpun telah memberikan dampak pada inovasi teknologi pembelajaran, baik dari sisi materi maupun prosesnya. Dengan demikian, sinergi antara multimedia, gim dan teknologi pembelajaran akan memberikan  nilai lebih bagi pemanfaatan teknologi komputer  dalam kehidupan manusia.

Sinergi antara tiga bidang : multimedia, gim dan teknologi pembelajaran, dalam beberapa tahun terakhir ini telah melahirkan sebuah istilah baru, yaitu teknologi kreatif. Dalam hal ini teknologi kreatif dimaknai antara lain :

Creative technology is an area where digital technology is impacting in the arts, leisure, education and entertainment fields and specialises in subjects like web design, graphics, animation, video, audio and music.

Creative Technologies is revolutionizing learning through the development of interactive digital media.

Prinsipnya teknologi kreatif adalah bagaimana memanfaatkan berbagai media interaktif (animasi, video, grafik, gim, sound, desain) untuk meningkatkan performa digital content bidang lainnya seperti pembelajaran, seni dan hiburan. Pada beberapa institusi pendidikan di luar negeri, bidang teknologi kreatif telah menjadi sebuah kajian ilmu tersendiri.

Pada masa mendatang, salah satu aplikasi komputer yang dapat bersinergi dengan bidang ilmu lainnya adalah bidang teknologi kreatif.  Dalam hal ini, hampir semua bidang ilmu membutuhkan pelibatan multimedia untuk kepentingan eksplorasi bidang keilmuannya. Demikian juga dengan gim komputer, banyak aspek dari bidang keilmuan lain yang dapat diintegrasikan dalam game komputer. Sementara inovasi teknologi pembelajaran akan melibatkan pemanfaatan multimedia dan game komputer . Dengan demikian tiga bidang : multimedia, game dan teknologi pembelajaran adalah sebuah bidang yang memiliki prospek yang sangat baik dimasa yang akan datang.  Untuk kepentingan itulah maka aktivitas kearah penelitian dan pemanfatan serta layanan teknologi kreatif menjadi sesuatu yang sangat strategis.

Untuk lebih memberikan focus terhadap berbagai aspek disekitar teknologi kreatif serta bagaimana pemanfatan dan layanannya pada masyarakat maka dibentuklah sebuah institusi dibawah Jurusan Teknik Informatika dengan nama Pusat Studi dan Layanan  Teknologi Kreatif (PusLaTif).

Tujuan

Pusat Studi dan Layanan  Teknologi Kreatif (PusLaTif) ini bertujuan untuk :

  • Menjadi platform penelitian interdisipliner yang melibatkan dosen dan mahasiswa dalam upaya eksplorasi teori, metode, dan teknik pada bidang multimedia, game dan teknologi pembelajaran untuk menghasilkan berbagai inovasi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.
  • Melakukan berbagai aktivitas layanan pada bidang multimedia, game dan teknologi pembelajaran baik dalam lingkup institusi maupun masyarakat luas.
  • Menjadi media bagi civitas akademik Jurusan Teknik Informatika  Universitas Islam Indonesia untuk menjalin kerjasama dan jaringan dengan institusi lain  baik didalam didalam maupun di luar negeri yang bergerak pada bidang multimedia, game dan teknologi pembelajaran

 

Fokus Utama

Yang menjadi core dari PusLatif ini adalah bidang ilmu multimedia, komputer gim dan teknologi pembelajaran. Aktivitas institusi ini diharapkan akan mampu menjawab pertanyaan mendasar sebagai berikut :

  • Bagaimanakah sesungguhnya karateristik dari teknologi kreatif
  • Bagaimana pemanfaatan teknologi kreatif ini pada berbagai bidang ilmu dan kebutuhan masyarakat.
  • Bagaimanakah sinergi bidang teknologi kreatif ini mampu memberikan solusi bagi berbagai upaya inovasi teknologi yang akan mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat.

Untuk periode tahun 2009 – 2011, fokus dari aktivitas dikemas dalam sebuah tema : Creative, Effective, Innovative and Intelligent Technology for Better Education : from eLearning to iLearning

Aktivitas Institusi

Untuk memenuhi apa yang menjadi fokus utama serta menghasilkan sebuah output yang bernilai sesuai dengan tema diatas, maka beberapa aktivitas yang akan dilakukan adalah :

  • Mengadakan penelitian-penelitian yang terkait dengan bidang multimedia, komputer gim dan teknologi pembelajaran.
  • Membuat modul-modul pelatihan yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan TIK pada dosen, mahasiswa dan masyarakat luas.  Disertai.  dengan berbagai model workshop internal ataupun eskternal .
  • Melakukan publikasi dalam bentuk buku, jurnal, makalah terkait bidang multimedia, game dan tekniologi pembelajaran.
  • Mengadakan seminar dengan tema issue perkembangan bidang multimedia, game dan teknologi pembelajaran.
  • Membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan tugas akhir penelitian yang berfokus pada aspek-aspek bidang teknologi kreatif.
  • Menjalin berbagai upaya kerjasama untuk meningkatkan kapasitas institusi pada bidang multimedia, game dan teknologi pembelajara.

Pemrakarsa

Untuk saat awal,  daftar personel yang memprakarsai pendirian PusLatif ini adalah  :

  1. Yudi Prayudi, S.Si, M.Kom  (Multimedia, Game dan Learning Technology) 
  2. Ami Fauzijah, ST.MT (Multimedia)
  3. Affan Mahtarami, S.Kom (Game Technology)
  4. Beni Suranta ST (Learning Technology)

Pada masa yang akan datang, sangat diarapkan keterlibatan mahasiswa dan dosen dari prodi yang lain di lingkungan UII.

Posted in Pendidikan Tinggi | 2 Comments »

Tim Berners Lee

Posted by prayudi on 7th January 2009

Kalau saja ini merupakan bidang sains tradisional, Berners-Lee dapat meraih hadiah Nobel. Apa yang telah dia lakukan sangat penting. (CEO perusahaan Novell, Eric Schmidt) 

Dalam dunia ilmu pengetahuan, penghargaan Nobel adalah penghargaan yang sangat bergengsi. Tentunya Nobel menjadi cermin apresiasi warga planet bumi terhadap prestasi keilmuan yang diraih oleh seseorang. Dari tahun ketahun, secara spesifik Nobel Foundation memberikan penghargaan Nobel kepada individu atau organisasi yang berjasa bagi kemajuan ilmu dibidang Kimia, Fisika, Ekonomi, Sastra, Kedokteran, Perdamaian. Dari sekian banyak bidang ilmu tersebut, kelihatannya bidang yang terkait dengan teknologi informasi dan komputer belum ada yang berhasil mendapatkan penghargaan nobel ini.

Didasari oleh itu semua, maka komunitas komputer berusaha membuat kampanye agar ada juga penghargaan nobel bagi ilmuwan dan peneliti di bidang TIK ini. Tim Berners Lee adalah termasuk yang diusulkan untuk mendapat penghargaan Nobel ini.Paling tidak ada tiga temuan utama yang dihasilkan oleh Tim Berners Lee, yaitu :

  • The uniform resource identifier (URI), untuk mengidentifikasi suatu resource di internet.

  • HyperText Markup Language (HTML),yang menyediakan struktur  text-based information pada  Web.

  • HyperText Transfer Protocol (HTTP), merupakan protokol untuk transfer informasi pada jalur internet.

Tim Berners-Lee adalah penemu World Wide Web pada tahun 1989. Tim Berners-Lee merupakan sarjana lulusan Oxford University di Inggris. Ketika kuliah di Oxford, dia sudah bisa merakit komputer sendiri dari barang-barang elektronik bekas TV. Ia menjadi Dewan Pendiri 3Com pada Laboratory for Computer Science, MIT. Setelah lulus dari Oxford pada tahun 1976, Tim Berners-Lee bekerja pada Plessy Telecommunications Ltd. pada bidang system transaksi tersebar, message relay dan teknologi barcode. Pada tahun 1978, Tim Berners-Lee bergabung dengan D.G Nash Ltd. dimana ia membuat software untuk printer cerdas dan Multitasking Operation System.

Selain itu Tim Berners-Lee juga membuat program browser pertama dan server WWW pertama di dunia. Saat ini, browser yang sering digunakan adalah Internet Explorer, Netscape dan Mozilla. Berners-Lee juga menulis piranti lunak yang mendefinisikan Hyper Text Markup Language (HTML), Uniform Resource Locator (URL), dan Hyper Text Transfer Protocol (HTTP). Kesemua aplikasi ciptaannya tersebut saat ini dipergunakan banyak orang untuk menampilkan isi sebuah situs dan protokol bagaimana situs-situs dapat ditemukan di Internet dan berkomunikasi satu sama lainnya. Itulah mengapa Tim Berners-Lee dipercaya menjabat sebagai pengarah World Wide Web Consortium.

Penemuan Tim Berners-Lee atas World Wide Web sendiri diawali ketika ia bekerja di CERN, laboratorium fisika partikel milik Eropa di tahun 1980. Pada saat itu dia hanya dikontrak bekerja selama 6 bulan sebagai perekayasa piranti lunak (software engineer). Oleh karena CERN merupakan institusi multi-nasional, Berners-Lee ingin membuat suatu software yang dapat menghubungkan data-data dan informasi yang dia miliki dan para peneliti lainnya agar lebih efesien. Berners-Lee kemudian menamakan software tersebut Enquire, kependekan dari Enquire Within Upon Everything, judul ensiklopedia yang dia ingat pada masa kecilnya. Software ini kemudian dikembangkannya di luar CERN, sehingga akhirnya berkembang pesat secepat perkembangan jaringan Internet itu sendiri.

Pada tahun 1991 Berners Lee kemudian memperkenalkan browser pertama. Pada waktu itu browser ini belum banyak dipergunakan media WWW, hingga beberapa tahun kemudian Marc Andressen meluncurkan browser yang lebih populer, Mosaic.

Jika Marc Andressen maupun ilmuwan lainnya berhasil menjadi milyuner berkat ciptaannya, Tim Berners-Lee justru memilih tidak mematenkan penemuannya dan tetap konsisten pada bidang penelitian dan pengembangan teknologi. Sikapnya yang rendah hati ini justru mengundang kekaguman dan pujian dari banyak pihak. Diantaranya adalah dari Ratu Elizabeth II sendiri yang menganugerahkan gelar kebangsawanan kepadanya. Selain itu Berners-Lee juga mendapatkan penghargaan Millennium Technology Prize yang merupakan penghargaan bidang teknologi terbesar di bumi pada saat ini. Selain itu peraih penghargaan ini merupakan pemenang pertama hadiah tahunan anugerah Yayasan Penghargaan Teknologi Finlandia.

Saat ini, Tim Berners Lee menjabat Direktur World Wide Web Consortium (W3C) yang berkantor di Massachussets Institute of Technology. W3C adalah sebuah organisasi yang memiliki 400-an anggota dengan staf sekira 40 orang yang tersebar di seluruh dunia.

Tujuan World Wide Web Consortium sendiri adalah mengembangkan teknologi yang dapat digunakan lintas platform (interoperable technologies), menetapkan spesifikasi, aturan-aturan, menciptakan berbagai piranti lunak dan alat-alat lainnya yang dapat mengoptimalkan penggunaan temuannya, World Wide Web. Anggota World Wide Web Consortium terdiri dari Microsoft, Adobe, Intel, Macromedia, Oracle, dan masih banyak lagi. Mereka bekerjasama mengembangkan teknologi yang mengeksploitasi WWW agar dapat digunakan oleh lebih banyak orang. Dengan kata lain tujuan dari pengembangan World Wide Web sendiri adalah membagi ilmu pengetahuan bagi sesama manusia secara universal.

Kalaupun Tim Berners Lee masih belum layak untuk dapat Nobel, saya kira semata-mata karena bidang ilmu yang digelutinya bukanlah bidang ilmu dasar. Namun demikian, dunia TIK telah memberikan apresiasi luar biasa terhadap segala aktivitas keilmuannya. Walaupun bukan Nobel, namun sejumlah penghargaan bergengsi telah diraihnya, antara lain Millennium Technology Prize dari  the Finnish Technology Award Foundation Finlandia, Charles Stark Draper Prize dari National Academy of Engineering (NAE) USA.

Sumber :

Posted in TIK | 3 Comments »

 
FireStats icon Powered by FireStats